Minggu (29 november) adalah hari pementasan drama di sekolahku, dalam rangka ujian praktek kesenian. Untuk itu, sebelum pementasan tentunya aku dan kelompokku harus mempersiapkan segalanya.
Kemarin.... pas banget sama hari Raya Idhul Adha, aku dan kelompokku menyempatkan diri untuk latihan di sekolah. Sebenarnya rencana awal kami, kami bakal latihan hari sabtu sepulang sekolah sampai sore. Berhubung siang itu aku mendapat pesan dari temanku dan mengatakan hari sabtu itu libur, akupun berusaha menghubungi semua anggota kelompokku dan akhirnya merekapun setuju. Pukul 13.30 tepatnya setelah shalat jum'at adalah waktu yang telah kami sepakati.
Kira-kira pukul 13.15 aku udah nyampe di sekolah ( maklum nggak biasa ngaret). Pas aku nyampe di sekolah, kulihat suasana sekolah sepi, tak satupun makhluk yang terlihat disana olehku. Maka dari itu aku balik lagi ke depan dan nunggu di warung/lapau/kadai yang kebetulan letaknya di simpang masuk ke sekolahku. Disana kulihat-lihat tak ada satupun orang yang ku kenal, selain itu aku satu2nya cewek yang nunggu disana.
Kira-kira pukul 13.40 aku melihat si Ee lewat, pas aku mau manggil ternyata dianya udah nyampe duluan. Akupun mengurungkan niat buat manggil dan nyusul dia ke sekolah. Pukul 13.45 datang lagi si Anggi.... setelah itu aku dan anggi langsung aja masuk ke sekolah.
Setelah lelah menunggu, yang datang hari itu cuma 5 orang ( aku, anggi, wilma, indah, dan yang paling cantik diantara kami adalah si Ee ) sedangkan si Hengki pulkam ke solok. Diakhir latihan Si Ee minta naskahnya diganti, karena menurut dia dialognya terlalu dominan dan bahasanya terlalu baku. Awalnya aku kurang setuju, karena waktu yang tidak memungkinkan.
Setelah berunding ini itu, akhirnya kami sepakat untuk mengganti kisahnya, yang kebetulan idenya didapat oleh si Indah, dan dia setuju untuk membuat naskahnya sendiri. ketika berunding si Wilma dapat Informasi bahwa besok tidak jadi libur alias sekolah. Kami pun bingung mikirin kapan latihan lagi, karena si Anggi besok nggak bisa latihan lama2 sampai sore. Awalnya kami sepakat untuk meliburkan diri hari sabtu tersebut. dan janjian latihan di Imam Bonjol ( gokil ) dan ngumpul jam 09.00. setelah selesai kamipun pulang....
Mlamnya, Si Indah nelfon aku.dia bilang klo hari sabtu itu dia ke sekolah, dia nggak jadi meliburkan diri. berhubung hari itu kelas kami bakal ngadain yag namanya praktek fisika.Aku yang sama sekali nggak ada niat blos pun menyetujuinya.Dan diapun meberitahukannya kepada angoota kelompok kami yang belum tahu perubahan rencana itu.
Sabtunya, aku pergi ke sekolah dengan langkah gontai. Setiba di sekolah aku langsung mengabarkan kepada si Yoga bahwa tadi pagi aku di telfon oleh pengurus mesjid, katanya sapi mereka yang nomor 15 hilang entah kemana. Awalnya si yoga menganggap aku serius, tapi... akhirnya tuh anak nyadar juga klo aku ber-candain.
Setelah itu, si Indah datang, aku langsung nanyain sama dia tentang naskah drama tersebut. lalu dia bilang sama aku klo naskah itu belum dia print. Tapi... ada sedikit yang udah dia bikin pakai tulisan tangan yang corat-coret. Dan dia minta aku unutk merapikannya. ya.. udah aku rapi'in.
Lagi asik2 nulis... tiba-tiba guru agamaku datang... dan kamipun belajar. karena si Mbak belum juga nongol dari peredaran. Akupun menyuruh si Sari untuk duduk disampingku. Tiba2 beberapa menit kemidian si mbak pun datang. Setelah dia datang akupun langsung mengajaknya MAOTA. Karena guru agamaku merasa terganggu sama kami, akhirnya kamipun di tegur. sungguh MALU.
Suara takbir yang sedari tadi terdengar di kelasku, membuat kami tidak konsentrasi belajar. Kamipun meminta kepada guru agama kami untuk pulang. Akhirnya dia mengizinkan kami pulang. Setelah Beliau keluar, kami masih nyantai di dalam kelas. Tiba2 teman2ku mengajak aku untuk segera kabur dari kelas, karena pelajaran selanjutnya adlah fisika, pelajaran yang sama sekali tak kami sukai. Yang kebetulan juga hari itu kami bakal ngadain yang namanya praktek. untuk menghindarinya kami sepakat untuk cabut dari kelas sementara waktu.
Kami berombongan pergi menuju halaman depan sekolah, di situlah kami ngumpul. Setelah beberapa lama aku dan kelompok kesenianku, bersepakat untuk latihan di kelas yang kosong. Pas latihan, kami melakukan dialognya secara spontan, karena tak ada naskah yang dapat dibaca. Tapi... seenggaknya kami tahu bagaimana jlan ceritanya. Walaupun saat itu si Hengki belum juga nyampe ke padang. Kami tetap latihan berlima. Dan untuk sementara waktu kami meminjam Ulil dari kelompoknya untuk menggantikan si Hengki.
Selama latihan berlangsung, tak satupun dari kami yang serius Apalagi banyak para pengganggu. Maka dari itu.... Untuk menuntaskan jalan cerita sampai ending, kami butuh waktu 1 jam lebih.
Setelah kisah selesai kami tuntaskan, kami berencana latihan yang maksimal di Aula. Tapi... tiba2 si Hengki datang. dan langsung aja kami ajak dia untuk latihan, karena dia sama sekali belum tahu akan posisinya. Tapi.... Si hengki.. sama sekali nggak bisa serius, kesel..... aku .. liat tingkah tuh anak...
Beberapa jam kemudian, setelah selesai latihan di aula. Kami makan di t4 bude. dari semua anak yang makan disana yang paling cantik diantara kami adlah si Ee. Karena disana dominan cewek jadi kami ( para cewek ) ngobrol... masalah... sex education... (maklum anak IPA). yang membuat kami bicara soal itu, karena salah satu teman kami menderita yang namanya ( turun perut). dan aku dengan tampang blo'on nanya ini itu sama teman2 ku yang tau.
Setelah makan..... kami rencananya mau latihan lagi.... sebelum latihan.. aku nemenin si Incim dulu pulang. awalnya aku nggak mau... tapi.. dia minta, dan akhirnya aku mau ngantarin dia sampai piket.
setelah itu.... aku dan teman2 latihan... tapi... si Ee dan si Hengki menghilang, terpaksa kami nunggu dulu. Kami nunggu di jenjang depan kelas XII ips 2. Sambil nunggu aku ma teman2 bergosip ria dan main2 sama kucing hitam yang jinak.
Lalu si Ee pun muncul di belakang kami. dan si hengki muncul di lapangan menuju piket. Si hengki bukannya langsung latihan.... malah... maota depan piket sama si zaq dan temanya satu lagi klo nggak salah si panji. Lalu aku panggil dia. eh.....tuh anak bukannya jalan ke t4 kami, malah celingukan di pintu piket. disuruh latihan malah minta izin pergi sebentar....
lalu kami biarkan tuh anak kabur.... lama2 kelamaan kamipun bosan. dan si Indah mengusulkan untuk latihan dulu tanpa hengki dan anggi.
ketika mau latihan datang si Adi menggarasau. Dia malah ngajak si Ee berunding masalh kepanitiaan liga smantri. setelah itu........
Tiba-tiba datang seorang anak kecil... dengan sepedanya dan masuk nggak jelas ke kelas pinjaman kami, udah gitu... tampangnya menyeramkan lagi....waktu dia datang aku lagi berdiri di depan pintu dan tuh anak juga berdiri depan pintu pas dihadapanku. ku lihat anak tersebut dan dia melihatku seolah-olah nantangin aku. Tak beberapa lama ku lihat, aku jadi takut sama tampang seramnya di tambah lagi tak ada senyum di wajahnya. karena wajahnya seperti orang yang kesurupan. karena takut aku langsung sembunyi di belakang si Adi meminta perlindungan dia. Si Adi dan Ee udah marah-marahin tuh anak biar pergi tapi... dia tetap aja di situ dan main-mainin lampu...
tapi setelah itu... anak itupun pergi.... dia pergi kekelas yang letaknya di samping tangga naik ke lantai 2. tak beberapa lama si Ee ngabarin klo tas si Ayu di ambil sama tuh anak... aku langsung aja pergi kekelas mereka dan melihat si Ayu sedang memperjuangkan tasnya. dan dia pun berteriak manggil "APAK....." DAN SI anak pun kabur. melihat dia berjalan menuju kami ( aku , manyun, indah, dan wilma) ,kamipun lari pontang panting entah kemana. setelah itu anak2 yang ada di kelas itu kabru keluar semua. mereka kabur menuju piket. Karena mereka masih teman sekelas aku, akupun mengikuti mereka. sampai ke meja piket.
Tiba2 tuh anak datang lagi.... dengan wajah yang yang lebih seram..... kami (para cewek) lari kabur menjauhi tuh anak (takut di apa-apain). si wilma dan Indah kabur keluar lewat piket... melihat itu si anak pergi, pikirku (mungkin dia ngejar si wilma dan si Indah). dan ternyata itu benar.... dia masuk dari luar lewat koridor dan kami yang ada di piket lari semua... termasuk si rudi. Karena takut terjadi apa-apa lagi... aku pun memutuskan untuk pulang.
Visitors
Sabtu, 28 November 2009
Selasa, 24 November 2009
TUGAS.....
Kalau udah yang namanya Akhir Semester pastilah kita para pelajar disibukkan oleh tetek begek tugas ini dan itu. Setiap mata pelajaran pasti selalu ada... aja tugasnya. Bikin inilah, itulah. Lengkapi inilah, itulah. dan banayak lain sebagainya yang tak sempat ku sebutkan.
Begitulah... yang terjadi padaku akhir-akhir ini. Selesai belajar satu mata pelajaran pastilah guru yang mengajar tersebut memberiku PR ataupun Tugas (perasaan sama aja) mengenai pelajaran yang baru saja di terangkan hari itu. Ataupun untuk menyelesaikan bab-bab yang tak sempat di terangkan oleh guru-guru tertentu (karena waktu yang tak memungkinkan) beliau-beliau tersebut memberi kami tugas untuk meringkas semua bab-bab itu. Walupun cuma 1 atau 2 bab, bagiku yangbodoh dan pemalas PINTAR dan RAJIN ini tetaplah berat. Karena dalam meringkas sebuah bab saja, aku memerlukan kekuatan fisik "untuk menulis" dan kekuatan otak " untuk berfikir" yang mana saja yang cocok kata-katanya dan yang mana saja yang perlu di catat. Iya..., kalau 1 babnya pendek terdiri dari 10 lembar. Tapi... kalau 1 babnya terdiri dari 20 lembar, bisa gempor nih tangan gara-gara disuruh menulis terus tanpa henti (karena waktunya yang mendesak).
Itu baru soal tugas meringkas. Belum lagi soal tugas praktek kesenian " Drama" yang naskahnya harus dikumpul minngu ini, yang pementasannya hari minggu depan (29 November 2009). Padahal tuh tugas baru aja di kasih minggu kemarin (19 November 2009) Gokil nggak tuh....! kami hanya diberi waktu 10 hari untuk mempersiapkan semuanya. Parahnya aku yang ditunjuk sebagai ketua kelompok harus bertanggung jawab atas suksesnya drama ini. Yang lebih parah lagi.... aku baru dapat naskahnya 5 hari sebelum pementasan itupun belum sampai ending. Bayangin deh tuh..gimana kau nggak dikejarpolisi waktu. Dialognya belum hafal, mimiknya/ gayanya belum pas, di tamabh lagi aku harus mikirin kostum dan dandanannya yang pas. hufft......&*(%^(*%%$&$$&* PUSING... DAH..!
Tugas-tugas diatas hanyalah segelintir kecil dari segudang tugas yang sebenarnya yang harus aku selesaikan.
Sampai-sampai.... gara-gara tugas yang banyak ini aku dan si Mbak berkhayal lagi...." Seandainya.. kami ditakdirkan menjadi anak orang yang sangat kaya raya, pasti kami minta diikutkan home scholing. Dan kami nggak bakal nemuin tugas yang segudang banyaknya itu, karena tugas tersebut dapat diundur. Dan kami pasti akan lebih pintar karena kami diajar mandiri untuk menyelesaikan tugas tersebut" Lagi-lagi.... itu hanya mimpi di siang bolong.
Memang...., terlalu banyaknya tugas yang harus aku kerjakan membuatku berfikiran yang tidak-tidak. Bahkan membuatku seperti orang stress yang hilang kendali. kadang-kadang aku juga suka marah-marah sendiri tak berketentuan, marah-marahin teman bahakan kucingku yang sama seklai tak tahu apa-apa menjadi korban kemarahanku...
Begitulah... yang terjadi padaku akhir-akhir ini. Selesai belajar satu mata pelajaran pastilah guru yang mengajar tersebut memberiku PR ataupun Tugas (perasaan sama aja) mengenai pelajaran yang baru saja di terangkan hari itu. Ataupun untuk menyelesaikan bab-bab yang tak sempat di terangkan oleh guru-guru tertentu (karena waktu yang tak memungkinkan) beliau-beliau tersebut memberi kami tugas untuk meringkas semua bab-bab itu. Walupun cuma 1 atau 2 bab, bagiku yang
Itu baru soal tugas meringkas. Belum lagi soal tugas praktek kesenian " Drama" yang naskahnya harus dikumpul minngu ini, yang pementasannya hari minggu depan (29 November 2009). Padahal tuh tugas baru aja di kasih minggu kemarin (19 November 2009) Gokil nggak tuh....! kami hanya diberi waktu 10 hari untuk mempersiapkan semuanya. Parahnya aku yang ditunjuk sebagai ketua kelompok harus bertanggung jawab atas suksesnya drama ini. Yang lebih parah lagi.... aku baru dapat naskahnya 5 hari sebelum pementasan itupun belum sampai ending. Bayangin deh tuh..gimana kau nggak dikejar
Tugas-tugas diatas hanyalah segelintir kecil dari segudang tugas yang sebenarnya yang harus aku selesaikan.
Sampai-sampai.... gara-gara tugas yang banyak ini aku dan si Mbak berkhayal lagi...." Seandainya.. kami ditakdirkan menjadi anak orang yang sangat kaya raya, pasti kami minta diikutkan home scholing. Dan kami nggak bakal nemuin tugas yang segudang banyaknya itu, karena tugas tersebut dapat diundur. Dan kami pasti akan lebih pintar karena kami diajar mandiri untuk menyelesaikan tugas tersebut" Lagi-lagi.... itu hanya mimpi di siang bolong.
Memang...., terlalu banyaknya tugas yang harus aku kerjakan membuatku berfikiran yang tidak-tidak. Bahkan membuatku seperti orang stress yang hilang kendali. kadang-kadang aku juga suka marah-marah sendiri tak berketentuan, marah-marahin teman bahakan kucingku yang sama seklai tak tahu apa-apa menjadi korban kemarahanku...
Rabu, 18 November 2009
Antah Barantah
Sebenarnya aku nggak tau mau kasih judul apa pada tulisanku kali ini n aku juga nggak tau mau posting apa. karena lagi nge-blank ya.. udah aku akan menceritakan kejadian-kejadian apa aja yang aku alamai hari senin dan selasa kemarin. (muangkin agak panjang)
* * *
* * *
Berawal pada senin pagi yang dingin.
Pagi itu hawa dingin merasuk ke dalam tubuhku, membuatku malas membuka mata dan membangunkan diriku dari tidur panjangku (+9 jam). Kira2 pukul 05.30 aku bangun, shalat dan mandi. pukul 06.40 aku berangkat kesekolah dengan tergesa-gesa mengingat PR kimia yang belum selesai kukerjakan. Dalam perjalanan ke sekolah aku disambut hangat oleh becek-becek yang menggenang disepanjang jalan yang kulalui. Setiba di sekolah kulihat lapangan upacara yang banjir seperti sebuah kolam renang raksasa di tengah sekolahku. melihat hal tersebut aku merasa bahagia tak terkira karena senin ini upacara bendera ditiadakan.
Sesampai di kelas aku langsung mengeluarkan PR kimiaku sembari mencari seorang teman baik hati yang mau meminjamkan PRnya kepadaku. Dan akhirnya tanpa perlu repot datang seorang hero yang menawarkan sepucuk PR untuk aku salin, dia adalah si ULIL. Setelah selesai mengerjakan PR kini giliran kantin yang akan aku kunjungi, aku kesana sendirian tapi... biasanya aku sama si MANYUN.
Pukul 8 kurang pelajaran pertama "KIMIA" dimulai. selama PBM aku nggak bisa konsentrasi, karena banyak setan yang menggangguku ini dan itu.
Singkat cerita..., setelah selesai belajar kimia kami beristirahat seperti biasa aku belanja ke kantin dan kembali kekelas sambil bergosip ria bersama wilma,nila,ai,indah,lili dan si iki.
Singkat cerita.....,pulang sekolah.Seperti biasa lagi aku pulang lewat belakang sekolah melintasi jalan setapak dan rel kereta api bersama si Sari. Gara-gara hujan semalam, jalan setapak yang biasa kulalui banjir. Awalnya aku canggung untuk melewatinya, tapi.. ya... apa mau dikata sudah separo jalan.. ya..... lanjutkan.
Baru beberapa langkah air-air tadi mulai masuk kedalam sepatuku, tapi... untungnya cuma sedikit.tak beberapa detik setelah itu Sari mengajakku balik lewat depan, padahal waktu itu aku sedang beridir di sebuah batu yang letaknya agak tinggi dari genangan air sambil menyeimbangkan badan agar tidak jatuh. setelah berpikir-pikir, akhirnya aku menyetujui pendapat sari. Sari yang dari tadi berada di belakngku melangkah mundur ke t4 semula sebelum kami melintasi banjir tsb. Lalu akupun mulai berangsur kebelakang. takut sepatuku basah semua, ditengah jalan di sebuah batu lagi aku melepaskan sepatuku sebelah dan aku melangkan dengan sebelah kakiku sambil mencari t4 yang kering.
Di tepi rel kereta api, aku mengeringkan kaki dan memasang sepatuku sambil menemani Sari membuat surat izin. karena dalam 3 hari kedepan dia akan mengikuti pelatihan penulisan cerpen di balai bahasa.
Singkat cerita.... aku tiba dirumah, aku istirahat sejenak karena pukul 16.00 aku balik ke sekolah untuk berolahraga. mengingat tugas BI ku belum kelar, aku mempercepat kepergianku ke sekolah agar aku bisa mengelilingi pustaka mencari bahan untuk membuat Karya Tulis Ilmiah sebagai sumber referensi.
api keberuntungan tak memihak kepadaku,. buku yang kucari tak ku temukan di pustaka, lalu aku mengurungkan niat untuk mencari lebih lanjut. aku berniat untuk mencarinya di internet saja.
singkat cerita..... sepulang olah taga pukul 17.10 sore aku langsung melesat menuju warnet dekat sekolah. niatnya aku mau cari tugas, tapi... berhubung disana printernya kehabisan tinta ya.. udah aku main2 aja dulu sampai pukul 18.25.
Ku tiba dirumah pukul 18.35. setiba di rumah aku langsung mandi dan shalat magrib. setelah shalat aku teringat akan tugas mulo, salah satunya yaitu membawa bengkoang. karena di rumahku nggak ada bengkoang, akupun pergi membelinya di tabing. dengan motor butu papaku, aku melsat sendiri ke tabing. di tepi jalan tampaklah olehku si penjula bengkoang. akupun memarkir motor papaku dan membeli bengkoang.
dalam perjalanan aku teringat lagi akan tugas BI yang belum di print. jadi... sebelum pulang aku hinggap dulu di jendelawarnet yang kebetulan letaknya tak jauh dari rumahku. setelah tugasku selesai akupun pulang menuju rumah. dan mengerjakan setengah dari PR tersebut.
Singkat cerita..... selasa pagi, seperti biasa aku pergi kesekolah dengan tergesa-gesa karena PR BI ku belum selesai kucatat. setiba disekolah aku dikejutkan oleh kondisi kelas yang berantakn seperti kapal pecah. didalam kelas aku melihat si lili duduk sendiri. setelah aku masuk, si lili bertanya kepadaku dan terjadilah sebuah percakapan kecil
"Dila, yo apa si yoga maningga?"
"ha..(terkejut) innalillahi wa innailaihi raji'un.. dari ma lili tau?"
"dari si Ipit, nyo sms nyo li tadi."
"hm... kayaknyo iyo mah mungkin, soalnyo patang dila danga apa nyo alun sadar. oh.. iyo ma si manyun nyo li?"
"mungkin di kantin"
"makasih yo"
setelah itu aku langsung meletakkan tas dan melesat menuju kantin menemui si manyun. lagi-lagi pertanyaan yang sama dilontarkan si manyun kepadaku, dan aku menjawab iya.Dalam perjalanan dari kantin menuju kelas aku dan si manyun bergosip ria. Namun tiba-tiba di tengah keasyikan nge-gosip ini si manyun mengabarkan berita duka yang nggak jelas asal-usulnya
"Bun, ado kawan bunda yang namonyo si putra bun?"
"lai nyun, nyo di sma 5 kini. emangnyo manga tu?"
"indak, I tadi dapek kaba kalau si putra tu maningga gara2 kecelakaan"
lagi-lagi"ha....(t'kejut) innalillahi wa innailaihi raji'un... iyo saba tu i, putra kawan bun yang acok samo2 jo si hasbi tu khan?"
"antahlah bun, i ragu lo mah, anatah anak 9.11 dulu anatah samo nyo jo bun di 9.10"
"hm... ndak tau lah nyun"
lagi-lagi"ha....(t'kejut) innalillahi wa innailaihi raji'un... iyo saba tu i, putra kawan bun yang acok samo2 jo si hasbi tu khan?"
"antahlah bun, i ragu lo mah, anatah anak 9.11 dulu anatah samo nyo jo bun di 9.10"
"hm... ndak tau lah nyun"
selesai bergospi ria, kami tiba di kelas. lagi.....lagi....lagi.... dan lagi.... pertanyaan yang sama yang dilontarkan si lili dan si manyun tadi kepadaku, dilontarkan juga oleh bebrapa temanku kepadaku dan kepda temanku yang lainnya.
Akhirnya nyatalah bagiku "PAGI ITU KADAL TURUT BERDUKA", mendengar kabar tersebut, kami sekelas berunding bersama membahas tentang kapan kami pergi takziyah. Bagiku pergi takziyah yang paling top cer adalah sewaktu jam ke3-jam ke 6 pelajaran. karena pada jam ke3-ke4 aku belajar BI dan PRnya belum selesai, sedangkan jam ke5-ke6 dikelasku akan diadaka yang namanya UH fisika dan aku sama sekali belum siap. api pendapat ini tak sepenuhnya disetujui oleh teman2ku karena mereka ingin jam ke 7-8 ditiadakan karena hari itu ada kuis TIK. Tapi..., ya.. apa boleh buat sekeras apapun usaha kami untuk bebas belajar, yang akan menentukan nantinya adalah guru piket.
bel pun berbunnyi, kami yang tadi ribut ini itu kembali ke meja masing-masing. Sambil menunggu Bu Hariwati "guru mulok" datang, aku dan si Mbak menyelesaikan tugas BI kami yang belum kelar. Tapi tak lama kemudian ibuk pun datang, aku dan si Mbak langsung menghentikan pekerjaan kami, dan pelajaran pun dimulai.
Dalam pelajaran mulok kali ini, kami belajar tentang cara mengukir bengkoang dan wortel menjadi sebuah bunga. Ibuk pun meletakkan contoh yang sudah jadi di mejaku dan di meja si Ipit. dan mulailah pekerjaan mengotori kelas dengan sampah-sampah kulit bengkoang dan wortel tersebut. Setelah kelas kotor dengan sampah kulit, kini giliran daging-daging bengkoang dan wortel yang dikikis membuat kelasku kotor. Sambil mengukir bengkoang temanku si Ee yang berjiwa dagang berkata " kalau kayak giko buahnyo, pasti banyak yang bali mah. Ancak bisuak ferdy jua se buah yang bantuak iko di pasa lai, Tu ferdy maha'an hargonyo" . . Dan nggak cuma itu aja gurauan yang terlontar dikelsku, masih banyak gurauan ini itu lainnya yang tak bisa ku sebutkan.
Akhirnya pelajaran mulok selesai dan dilanjutkan dengan pelajaran B.Indonesia. PR yang kukira bakal dikumpul, ternyata nggak jadi dikumpul. SIALAN. Kta gurunya, hari ini pelajarn dilanjutkan saja, soal KTI diundur dulu membahasnya. Sebelum belajar, aku sempat bertanya kepada si ulil "Lil, jadi nggak kita pergi pas B.I doh?". Si ulil menjawab " Kata guru piketnya kita nanti pergi jam 11". mendengar hal tersebut, aku merasa kecewa.Tapi.... ya... apa mau dikata toh yang bakal nentuin guru piket.
Dalam pelajaran BI ku kali ini, Pak IJ bernostalgi sedikit kepada kami. Beliau menceritakan tentang pengalaman masa mudanya zaman itu. Ternyata bernostalgia bersama Pak IJ ini asik. banyak dari beberapa kisahnya yang membuat kami tertawa terpingkal-pingkal. Baik itu waktu beliau pengen ikut band, waktu latihan nari dan yang paling menarik tentang kisah cintanya masa SMA. JIEH.........
Setelah lelah bernostalgia , kamipun kembalai membahas tentang pelajaran meresensi novel. Ketika Pak IJ sedang asik-asiknya menerangkan pelajaran, datang seorang anak membawa kabar dari piket. Bahwa piket memanggil ketua kelas "ULIL" untuk menghadap meja piket. setelah ulil pergi si mbak berkata kepadaku " Dila, berdo'alah supaya kelas kita bisa berangkat sekarang". Aku menjawab " Aman tu mbak" .
tak beberapa lama kemudian, Ulil kembali membawa surat iin piket. aku kecewa, ternyata yang diizinkan pergi takziah waktu itu cuma 5 orang. 5 orang yang pergi itu adalah Ee,Willy,Ajik,Hengki, dan Ulil. pelajaran dilanjutkan.
Singkat cerita, pas istirahat Anggi mengumumkan bahwa dia mendapat sms dari si ulil yang isinya menyatakan bahwa kami sehabis istirahat kami sekelas diperkenankan pergi takziah. Ada sedikit rasa bahagia dihatiku karena aku tak perlu lagi menghadapai UH fisika.
Selam istirahat, aku hanya menggosip ria dikelas, dan berunding bersama teman2. karena kata anak Hari kami nggak jadi pergi setelah istirahat, tapi pukul 10.30. Oleh karena itu kami berunding mencari cara agar terhindar dari UH fisika. ( inilah potret kehidupan anak IPA di kelasku, yang sama sekali kurang suka pelajarn IPA. berusaha mencari alasan agar terhindar dari pelajarn IPA). Orang berunding, aku tetap bergosip ria. Lalu aku teringat berita dari si manyun, berita tersebut aku sampaikan kepada si Hari (karena kami se-smp dulunya) selaku teman si Putra. Hari kurang percaya dan dia berkata "Alah.... paliang beko caritonyo samo lo kayak si FAJRI ARFAN (11 ipa 1), katonyo maningga , kironyo pas upacar tagaknyo di lapangan upacara". klo dipikir-pikir mengingat kisah si Fajri ini bikin kau tertawa. dan kembali ke kelas satu (maaf, kisah Fajri tidak sempat aku publikasikan)
Singkat cerita, ketika bu Is masuk, meja kami langsung disusun rapi bersiap untuk UH. Anggi udah berusaha mencegah, tapi apa mau dikata, keberuntungan tak memihak kepada kami. Selama UH, jujur otakku nge-blank. tak ada satu soal pun yang bisa ku selesaikan dengan baik dan benar. yang dapat aku tulis hanyalah diket dan dit aja. Tanya sini situ tak dapat kulakukan karena dudukku paling depan. jadi selama UH aku sudah pasrah dan meyakinkan diri dalam hati bakal remedi.
Singkat cerita, UH pun selesai. kami bergegas memsukkan buku-buku yang berserakan ke dalam tas masing-masing. setelah selesai kamipun langsung melesat menuju rumah Yoga . Dari 6 cowok yang ada di kelasku, Wanul lah yang bersedia memimpin kami menuju rumah duka. Dibelakang, wanul diikuti oleh prita dan kak Chie, dan aku bersama si Manyun. Kami pergi dengan berjalan kaki, karena awan tak bersahabat dengan kami, kami dibiarkan kepanasan bermandika cahayabulan matahari yang teriknya minta ampyun. Akhirnya aku dan si manyun pun berinisiatif mengeluarkan payung.
Sesampai disana, kami berkumpul di suatu t4 membicarakan ini itu sambil menunggu prosesinya selesai. si Manyun yang kurang tahu adat di padang bertanya ini itu kepadaku. apa yang mereka lakukan, mengapa merak begini begitu DLL. dan aku hanya bisa menjawab " Ndak tau lo lah i mungkin tradisi orang sini"
Singkat cerita....... selesai berdo'a, jenazah di shalatkan. karena aku nggak bawa mukenah, aku balik ke sekolah. sesampai di sekolah aku berjumpa dengan anak "TEN-GO CRISPY" yang hendak pergi takziah ke rumah yoga. Mau nggak mau aku ikut aja sam mereka. ya.... itung-itung memperlambat pulang.
Sampai disana(mesjid) , kami agak terlambat karena jenazah segera di bawa ke pemakaman untuk dimakamkan. Anak cowok yang bawa motor pergi ke pemakaman sedangkan kami yang cewek tinggal. Agar kedatangan kami tidak sia-sia kami meneruskan perjalanan menuju rumah yoga sembari menunggu yoga kembali dari pemakaman.
singkat cerita...lagi, pukul 14.10, yoga pun pulang. kami yang dari tadi menunggunya langsung bergegas ke t4 yoga dan menyalaminya sambil memberikan ucapan berduka cita. setelah kami salam dengan yoga kini giliran mamanya yang kami salami sebagai tanda solidaritas.
tak beberapa lama kami pun pulang. aku pulang bersama Amaik dan Teteh anggota " Lapai Community" sebuah komunitas dimana diketuai olehku, wakilnya aku, sekretarisnya aku, bendaharanya aku juga yang beranggotakan tetangga-tetangga dekat rumah yang satu sekolah dengan ku.
Dalam pelajaran mulok kali ini, kami belajar tentang cara mengukir bengkoang dan wortel menjadi sebuah bunga. Ibuk pun meletakkan contoh yang sudah jadi di mejaku dan di meja si Ipit. dan mulailah pekerjaan mengotori kelas dengan sampah-sampah kulit bengkoang dan wortel tersebut. Setelah kelas kotor dengan sampah kulit, kini giliran daging-daging bengkoang dan wortel yang dikikis membuat kelasku kotor. Sambil mengukir bengkoang temanku si Ee yang berjiwa dagang berkata " kalau kayak giko buahnyo, pasti banyak yang bali mah. Ancak bisuak ferdy jua se buah yang bantuak iko di pasa lai, Tu ferdy maha'an hargonyo" . . Dan nggak cuma itu aja gurauan yang terlontar dikelsku, masih banyak gurauan ini itu lainnya yang tak bisa ku sebutkan.
Akhirnya pelajaran mulok selesai dan dilanjutkan dengan pelajaran B.Indonesia. PR yang kukira bakal dikumpul, ternyata nggak jadi dikumpul. SIALAN. Kta gurunya, hari ini pelajarn dilanjutkan saja, soal KTI diundur dulu membahasnya. Sebelum belajar, aku sempat bertanya kepada si ulil "Lil, jadi nggak kita pergi pas B.I doh?". Si ulil menjawab " Kata guru piketnya kita nanti pergi jam 11". mendengar hal tersebut, aku merasa kecewa.Tapi.... ya... apa mau dikata toh yang bakal nentuin guru piket.
Dalam pelajaran BI ku kali ini, Pak IJ bernostalgi sedikit kepada kami. Beliau menceritakan tentang pengalaman masa mudanya zaman itu. Ternyata bernostalgia bersama Pak IJ ini asik. banyak dari beberapa kisahnya yang membuat kami tertawa terpingkal-pingkal. Baik itu waktu beliau pengen ikut band, waktu latihan nari dan yang paling menarik tentang kisah cintanya masa SMA. JIEH.........
Setelah lelah bernostalgia , kamipun kembalai membahas tentang pelajaran meresensi novel. Ketika Pak IJ sedang asik-asiknya menerangkan pelajaran, datang seorang anak membawa kabar dari piket. Bahwa piket memanggil ketua kelas "ULIL" untuk menghadap meja piket. setelah ulil pergi si mbak berkata kepadaku " Dila, berdo'alah supaya kelas kita bisa berangkat sekarang". Aku menjawab " Aman tu mbak" .
tak beberapa lama kemudian, Ulil kembali membawa surat iin piket. aku kecewa, ternyata yang diizinkan pergi takziah waktu itu cuma 5 orang. 5 orang yang pergi itu adalah Ee,Willy,Ajik,Hengki, dan Ulil. pelajaran dilanjutkan.
Singkat cerita, pas istirahat Anggi mengumumkan bahwa dia mendapat sms dari si ulil yang isinya menyatakan bahwa kami sehabis istirahat kami sekelas diperkenankan pergi takziah. Ada sedikit rasa bahagia dihatiku karena aku tak perlu lagi menghadapai UH fisika.
Selam istirahat, aku hanya menggosip ria dikelas, dan berunding bersama teman2. karena kata anak Hari kami nggak jadi pergi setelah istirahat, tapi pukul 10.30. Oleh karena itu kami berunding mencari cara agar terhindar dari UH fisika. ( inilah potret kehidupan anak IPA di kelasku, yang sama sekali kurang suka pelajarn IPA. berusaha mencari alasan agar terhindar dari pelajarn IPA). Orang berunding, aku tetap bergosip ria. Lalu aku teringat berita dari si manyun, berita tersebut aku sampaikan kepada si Hari (karena kami se-smp dulunya) selaku teman si Putra. Hari kurang percaya dan dia berkata "Alah.... paliang beko caritonyo samo lo kayak si FAJRI ARFAN (11 ipa 1), katonyo maningga , kironyo pas upacar tagaknyo di lapangan upacara". klo dipikir-pikir mengingat kisah si Fajri ini bikin kau tertawa. dan kembali ke kelas satu (maaf, kisah Fajri tidak sempat aku publikasikan)
Singkat cerita, ketika bu Is masuk, meja kami langsung disusun rapi bersiap untuk UH. Anggi udah berusaha mencegah, tapi apa mau dikata, keberuntungan tak memihak kepada kami. Selama UH, jujur otakku nge-blank. tak ada satu soal pun yang bisa ku selesaikan dengan baik dan benar. yang dapat aku tulis hanyalah diket dan dit aja. Tanya sini situ tak dapat kulakukan karena dudukku paling depan. jadi selama UH aku sudah pasrah dan meyakinkan diri dalam hati bakal remedi.
Singkat cerita, UH pun selesai. kami bergegas memsukkan buku-buku yang berserakan ke dalam tas masing-masing. setelah selesai kamipun langsung melesat menuju rumah Yoga . Dari 6 cowok yang ada di kelasku, Wanul lah yang bersedia memimpin kami menuju rumah duka. Dibelakang, wanul diikuti oleh prita dan kak Chie, dan aku bersama si Manyun. Kami pergi dengan berjalan kaki, karena awan tak bersahabat dengan kami, kami dibiarkan kepanasan bermandika cahaya
Sesampai disana, kami berkumpul di suatu t4 membicarakan ini itu sambil menunggu prosesinya selesai. si Manyun yang kurang tahu adat di padang bertanya ini itu kepadaku. apa yang mereka lakukan, mengapa merak begini begitu DLL. dan aku hanya bisa menjawab " Ndak tau lo lah i mungkin tradisi orang sini"
Singkat cerita....... selesai berdo'a, jenazah di shalatkan. karena aku nggak bawa mukenah, aku balik ke sekolah. sesampai di sekolah aku berjumpa dengan anak "TEN-GO CRISPY" yang hendak pergi takziah ke rumah yoga. Mau nggak mau aku ikut aja sam mereka. ya.... itung-itung memperlambat pulang.
Sampai disana(mesjid) , kami agak terlambat karena jenazah segera di bawa ke pemakaman untuk dimakamkan. Anak cowok yang bawa motor pergi ke pemakaman sedangkan kami yang cewek tinggal. Agar kedatangan kami tidak sia-sia kami meneruskan perjalanan menuju rumah yoga sembari menunggu yoga kembali dari pemakaman.
singkat cerita...lagi, pukul 14.10, yoga pun pulang. kami yang dari tadi menunggunya langsung bergegas ke t4 yoga dan menyalaminya sambil memberikan ucapan berduka cita. setelah kami salam dengan yoga kini giliran mamanya yang kami salami sebagai tanda solidaritas.
tak beberapa lama kami pun pulang. aku pulang bersama Amaik dan Teteh anggota " Lapai Community" sebuah komunitas dimana diketuai olehku, wakilnya aku, sekretarisnya aku, bendaharanya aku juga yang beranggotakan tetangga-tetangga dekat rumah yang satu sekolah dengan ku.
Selasa, 10 November 2009
Our Dream's
Setiap kita pasti memiliki sebuah mimpi ataupun sebuah khayalan misalnya" coba... seandainya aku jadi____(apalah... pokoknya yang kita inginkan) ", dan hal itu tidak bisa kita hindari, karena hidup tanpa bermimpi itu tidak Indah.
Begitulah kira-kira yang aku dan teman sebangku ku Srinova Zuliana alami.
Lalu Nova juga nggak mau kalah dari aku, dia bilang sebenarnya yang membuat dia semangat mempelajari Bahasa Indonesia karena topik minggu ini yaitu "KARYA TULIS ILMIAH" yang membuatnya bersemangat bertanya ini dan itu kepada pak IJ selaku guru Bahasa Indonesia kami.
lalu timbul pertanyaan dari ku,"mbak, kok mbak semangat bana baraja bhsa Indonesia? Dila se ndak ado semangat-semangatnyo doh". dia pun menjawab katanya dia menyukai topik minggu ini, sebab dia iri melihat kakaknya Lusi yang kemarin ini masuk 10 besar pemenang lomba karya tulis ilmiah yang diadakan, (klo nggak salah) di UNAND. jadi dia juga menginginkan menjadi seorang pemenang seperti kakaknya.
nggak lama ngobrol seputar itu, cerita kami pun menjadi berubah. topik kami semula yang aku kasih judul "KENAPA, kamu suka pelajaran ini?" menjadi " APA sih... yang kamu inginkan terjadi dalam kehidupanmu kini?"
usut punya usut ternyata kami ini sama-sama memiliki sebuah impian yang sama, intinya "kami ingin menjadi seseorang yang nggak dipandang hanya sebelah mata oleh orang lain, tapi kami adalah orang yang berprestasi dalam banyak hal"
Nova ingin dia memenangkan satu ataupun banyak kejuaraan, salah satunya seperti kakaknya tadi. Baginya menang dalam tingkat kota padang CUKUP kok, malah klo bisa tingkat nasional atau internasional lebih bagus lagi . DAN
Dila ingin juga memenangkan satu ataupun banyak kejuaraan/olimpiade , salah satunya adalah menang dalam olimpiade matematika. Bagiku menang dalam tingkat nasional aja cukup kok sekurang-kurangnya masyarakat Indonesia tahu Dan kenal sama AKU.
sebenarnya mimpi kami yang paling bisa membuat kami bahagia tak tertandingi adalah ketika nama FADILLAH dan SRINOVA ZULIANA diumumkan sewaktu upacara bendera di SMA N 3 PADANG sebagai salah satu pemenang olimpiade baik itu dalam tingkat kota, nasional atau internasional.
selain itu kami juga punya mimpi "coba.. seandainya kami ahli memainkan salah satu dari alat musik orkestra, contoh kecilnya biola dan piano". Ya.... walaupun kami tahu, sebenarnya kami nggak bisa memainkannya dengan mengeluarkan nada yang indah.
Begitulah kira-kira yang aku dan teman sebangku ku Srinova Zuliana alami.
* * *
Tadi pagi menjelang siang kira-kira pukul 10 an, ketika sedang belajar fisika. Aku dan mbak (panggilan kesayanganku padanya) bercerita-cerita. Yang menjadi topik kami pada awalnya adalah tentang bahasa Indonesia dan Matematika. Dimana aku mengatakan bahwa sebenarnya aku hanya mencintai matematika dari segi pelajarannya yang menurutku menyenangkan, urusan bagaimana gurunya nggak terlalu aku pikirkan dan urusan ngerti nggak ngertinya itu urusan belakangan, karena yang terpenting bagi aku adalah pelajarannya. Itulah pendapatku tentang "MATEMATIKA"Lalu Nova juga nggak mau kalah dari aku, dia bilang sebenarnya yang membuat dia semangat mempelajari Bahasa Indonesia karena topik minggu ini yaitu "KARYA TULIS ILMIAH" yang membuatnya bersemangat bertanya ini dan itu kepada pak IJ selaku guru Bahasa Indonesia kami.
lalu timbul pertanyaan dari ku,"mbak, kok mbak semangat bana baraja bhsa Indonesia? Dila se ndak ado semangat-semangatnyo doh". dia pun menjawab katanya dia menyukai topik minggu ini, sebab dia iri melihat kakaknya Lusi yang kemarin ini masuk 10 besar pemenang lomba karya tulis ilmiah yang diadakan, (klo nggak salah) di UNAND. jadi dia juga menginginkan menjadi seorang pemenang seperti kakaknya.
nggak lama ngobrol seputar itu, cerita kami pun menjadi berubah. topik kami semula yang aku kasih judul "KENAPA, kamu suka pelajaran ini?" menjadi " APA sih... yang kamu inginkan terjadi dalam kehidupanmu kini?"
usut punya usut ternyata kami ini sama-sama memiliki sebuah impian yang sama, intinya "kami ingin menjadi seseorang yang nggak dipandang hanya sebelah mata oleh orang lain, tapi kami adalah orang yang berprestasi dalam banyak hal"
Nova ingin dia memenangkan satu ataupun banyak kejuaraan, salah satunya seperti kakaknya tadi. Baginya menang dalam tingkat kota padang CUKUP kok, malah klo bisa tingkat nasional atau internasional lebih bagus lagi . DAN
Dila ingin juga memenangkan satu ataupun banyak kejuaraan/olimpiade , salah satunya adalah menang dalam olimpiade matematika. Bagiku menang dalam tingkat nasional aja cukup kok sekurang-kurangnya masyarakat Indonesia tahu Dan kenal sama AKU.
sebenarnya mimpi kami yang paling bisa membuat kami bahagia tak tertandingi adalah ketika nama FADILLAH dan SRINOVA ZULIANA diumumkan sewaktu upacara bendera di SMA N 3 PADANG sebagai salah satu pemenang olimpiade baik itu dalam tingkat kota, nasional atau internasional.
selain itu kami juga punya mimpi "coba.. seandainya kami ahli memainkan salah satu dari alat musik orkestra, contoh kecilnya biola dan piano". Ya.... walaupun kami tahu, sebenarnya kami nggak bisa memainkannya dengan mengeluarkan nada yang indah.
* * *
Mungkin itu aja dulu ceritaku dan nova tentang mimpi kami yang ingin "dikenal di masyarakat" dengan berbagai prestasi gemilang. Terima Kasih
Jumat, 06 November 2009
rapor Mid semester
hari ini adalah hari dimana semua nilai-nilai yang aku dapatkan selama setengah semester ini dibagikan "Pembagian Rapor Mid Semester" baik itu nilai ulangan ataupun nilai-nilai yang telah aku kumpulkan selama ini.
Awalnya aku agak sedikit pesimis, soalnya "jujur" dalam setengah semester ini aku mulai agak pemalas. semua pr, tugas, ataupun latihan kebanyakan semuanya hasil nyontek. nggak semua juga sih. dan nilai-nilai ulangan hampir bisa di bilang kebanyakan hasil bantuan teman.
selain itu dalam belajar pun hampir semua mata pelajaran nggak ada yang nancep ke otakku.padahal aku udah berusaha maximal untuk memperhatikan setiap pelajaran yang diberikan oleh guru. tapi.... yang namanya godaan seperti : ngobrol bareng teman, permen didalam saku yang meminta aku untuk megemutnya dan godaan lain yang sering membuatku tidak konsentrasi belajar, tetap saja menghantui ku. Jadi aku berpikir nilai-nilai aku itu kebanyakan pada merah semua.
Tapi... Pada akhirnya aku bersyukur. hari ini aku melihat semua hasil-hasilnya dan alhamdulillah tidak ada satu mata pelajaran pun yang tidak tuntas alias "tuntas semua". ya.. walaupun nilainya pas-pas'an atau bisa dibilang sama dengan nilai batas ketuntasan.
selain itu, aku sempat terkejut sama hasil teman-teman ku yang rata-rata nilai mereka ada yang tidak tuntas minimal satu. dan kebanyakan dari mereka nilai yang tidak tuntas itu adalah nilai pelajaran B.Inggris. mereka pada marah dan kecewa, karena selama ini mereka udah berusaha maximal tapi tetap aja nilai mereka nggak memuaskan.
tidak cuma itu yang terjadi hari ini.
temanku si "manyun" hari ini rapornya tidak bisa diambil, karena kakak2nya g' bisa datang. dia berusaha keras untuk mendapatkan rapornya. segala cara sudah dia coba untuk mendapatkan rapor tersebut. mulai dari minta langsung sama gurunya, sampai minjam orang tua teman2 lain untuk nolongin dia. Tapi.... itu tetap aja nggak berhasil. kasihan juga aku liat dia.
Awalnya aku agak sedikit pesimis, soalnya "jujur" dalam setengah semester ini aku mulai agak pemalas. semua pr, tugas, ataupun latihan kebanyakan semuanya hasil nyontek. nggak semua juga sih. dan nilai-nilai ulangan hampir bisa di bilang kebanyakan hasil bantuan teman.
selain itu dalam belajar pun hampir semua mata pelajaran nggak ada yang nancep ke otakku.padahal aku udah berusaha maximal untuk memperhatikan setiap pelajaran yang diberikan oleh guru. tapi.... yang namanya godaan seperti : ngobrol bareng teman, permen didalam saku yang meminta aku untuk megemutnya dan godaan lain yang sering membuatku tidak konsentrasi belajar, tetap saja menghantui ku. Jadi aku berpikir nilai-nilai aku itu kebanyakan pada merah semua.
Tapi... Pada akhirnya aku bersyukur. hari ini aku melihat semua hasil-hasilnya dan alhamdulillah tidak ada satu mata pelajaran pun yang tidak tuntas alias "tuntas semua". ya.. walaupun nilainya pas-pas'an atau bisa dibilang sama dengan nilai batas ketuntasan.
selain itu, aku sempat terkejut sama hasil teman-teman ku yang rata-rata nilai mereka ada yang tidak tuntas minimal satu. dan kebanyakan dari mereka nilai yang tidak tuntas itu adalah nilai pelajaran B.Inggris. mereka pada marah dan kecewa, karena selama ini mereka udah berusaha maximal tapi tetap aja nilai mereka nggak memuaskan.
tidak cuma itu yang terjadi hari ini.
temanku si "manyun" hari ini rapornya tidak bisa diambil, karena kakak2nya g' bisa datang. dia berusaha keras untuk mendapatkan rapornya. segala cara sudah dia coba untuk mendapatkan rapor tersebut. mulai dari minta langsung sama gurunya, sampai minjam orang tua teman2 lain untuk nolongin dia. Tapi.... itu tetap aja nggak berhasil. kasihan juga aku liat dia.
***
mungkin itu aja dulu cerita yang bisa aku bagi sama teman-teman semua. semoga nilai semester ku besok lebih baik dari sekarang. AMIN....
Rabu, 04 November 2009
Semoga Sukses Wali KelasKu
Dra.Rukmiwati adalah wali kelasku "XI IPA 5". Beliau mengajariku segala macam hal-hal yang berbau dengan kimia, baik itu berupa senyawa, atom, unsur dan lain2. Kimia menurutku adalah mata pelajaran yang paling bisa membuatku pusing puyeng pening memikirkannya. karena memang dari akunya sendiri yang udah dasarnya bodohPintar. makanya saking bodohnyaPINTARnya, aku pusing sendiri memikirkan perubahan2 unsur tersebut.Menurut pandanganku beliau adalh sesosok guru yang tegas terhadap murid-muridnya.Setiap belajar dengan beliau kami sekelas dibuat diam tanpa kata olehnya. Tapi kadang di sela-sela keheningan itu beliau mencoba membuat suasana lebih rileks dengan leluconnya. ya... walaupun agak sedikit ga**** tapi setidaknya beliau telah berusaha untuk memecah keheningan kami.
Selain itu, beliau orangnya juga pemarah apalagi sama anak2 yang nakal (ya iyalah....). untuk itu beliau sering mengeluarkan kalimat sin**** nya kepada murid-nya yang nakal ataupun berlaku kurang sopan. ku akui aku juga pernah mendapatkan kalimat tersebut dan sampai sekarang kalimat itu masih terngiang-ngiang di benakku. Tapi aku tau apa maksud tersembunyi dalam kalimat itu. dan aku juga dapat mengambil hikmah dari kalimat itu. "Disaat proses PBM berlangsung kita tidak boleh makan dan minum, apalagi gurunya masih berada didalam kelas" (hehe..... ketahuan juga akhirnya betapa kam***nya diriku ini)
Tapi kini, aku tak bisa lagi melihat wajah beliau yang senantiasa membuatku merasa sedikit tegang. aku tak bisa lagi mendengar leluconnya.
Karena eh Karena kira-kira dalam satu bulan kedepan beliau menunaikan ibadah haji di mekkah Al-mukarramah. Sebuah kota yang selalu ingin dikunjungi oleh umat islam sedunia. Dan sebuah kota peradaban islam pertama di dunia yang banyak menyimpan kisah sejarah tentang islam di masa itu.
Aku berharap semoga ibadah beliau dikaruniai oleh Allah SWT dan aku juga menginginkan semoga beliau mendapatkan hajinya yang mabrur. AMIN......
Selain itu, beliau orangnya juga pemarah apalagi sama anak2 yang nakal (ya iyalah....). untuk itu beliau sering mengeluarkan kalimat sin**** nya kepada murid-nya yang nakal ataupun berlaku kurang sopan. ku akui aku juga pernah mendapatkan kalimat tersebut dan sampai sekarang kalimat itu masih terngiang-ngiang di benakku. Tapi aku tau apa maksud tersembunyi dalam kalimat itu. dan aku juga dapat mengambil hikmah dari kalimat itu. "Disaat proses PBM berlangsung kita tidak boleh makan dan minum, apalagi gurunya masih berada didalam kelas" (hehe..... ketahuan juga akhirnya betapa kam***nya diriku ini)
Tapi kini, aku tak bisa lagi melihat wajah beliau yang senantiasa membuatku merasa sedikit tegang. aku tak bisa lagi mendengar leluconnya.
Karena eh Karena kira-kira dalam satu bulan kedepan beliau menunaikan ibadah haji di mekkah Al-mukarramah. Sebuah kota yang selalu ingin dikunjungi oleh umat islam sedunia. Dan sebuah kota peradaban islam pertama di dunia yang banyak menyimpan kisah sejarah tentang islam di masa itu.
Aku berharap semoga ibadah beliau dikaruniai oleh Allah SWT dan aku juga menginginkan semoga beliau mendapatkan hajinya yang mabrur. AMIN......
Minggu, 01 November 2009
Akhir Oktober Itu
Hufh.... beberapa hari terakhir ini adalah hari - hari melelahkan bagiku, bukannya melelahkan karena aku harus bekerja keras membanting tulang. Tapi akhir- akhir ini aku dituntut untuk segara menyetorkan nilai-nilai ku baik itu berupa nilai ulangan, nilai tugas, ataupun nilai praktek.
Selain kau harus menyetorkan nilai-nilai tersebut, aku juga dituntut untuk menuntaskan semua nilai-nilai ku yang masih belum mencapai standar dengan ber-REMEDI. Guru-guru yang mengajar di kelasku juga tak sedikit dari mereka yang menyuruh kami untuk menyelesaikan semua soal-soal yang ada di lks tentang apa - apa yang telah kami pelajari selama setengah semester ini.
Bagiku hari - hari puncak dari keseluruhannya ini adalah hari Kamis samapi hari Sabtu "29 oktober - 31 oktober 2009". dimana pada ketiga hari itu , setiap paginya aku kesekolah dengan muka masam dan ketika tiba di sekolah aku selalu disambut oleh beberapa temanku yang hendak meminjam tugas-tugasku "nyontek mode on" untuk mereka salin. Tapi tak semua sambutan itu aku terima dengan baik, karena akupun sama dengan mereka " Belum Bikin PR"
Tapi..... entah kenapa pula, gara-gara tugas yang segudang banyaknya itu membuatku menjadi lebih nyebelin, kasar, dan juga sering bingung sendiri (sesuai denagn nama Facebook aku Ling Lung). Dan gara-gara itu pula nggak sedikit teman-temanku yang kesal sama perubahan sikapku ini. Kadang, tanpaku ketahui penyebabnya aku kontan aja marah-marah sama temanku. Padahal cuma masalah sepele.
Selain yang kusebut kan di atas, aku juga menjadi kurang semangat dalam setiap pelajaran yang diberikan oleh guru-guru di kelasku. Setiap belajar, aku bawaannya pengen tidur aja deh. Bahkan dalam pelajaran "MATEMATIKA" yang biasanya membuatku bersemangat untuk mempelajarinya, tak membuatku bangun dari rasa kantukku. dan semuanya terasa hambar lagi oleh ku.
nah.... itulah yang terjadi padaku di akhir oktober itu..!
Bagaimana dengan mu?
Selain kau harus menyetorkan nilai-nilai tersebut, aku juga dituntut untuk menuntaskan semua nilai-nilai ku yang masih belum mencapai standar dengan ber-REMEDI. Guru-guru yang mengajar di kelasku juga tak sedikit dari mereka yang menyuruh kami untuk menyelesaikan semua soal-soal yang ada di lks tentang apa - apa yang telah kami pelajari selama setengah semester ini.
Bagiku hari - hari puncak dari keseluruhannya ini adalah hari Kamis samapi hari Sabtu "29 oktober - 31 oktober 2009". dimana pada ketiga hari itu , setiap paginya aku kesekolah dengan muka masam dan ketika tiba di sekolah aku selalu disambut oleh beberapa temanku yang hendak meminjam tugas-tugasku "
Tapi..... entah kenapa pula, gara-gara tugas yang segudang banyaknya itu membuatku menjadi lebih nyebelin, kasar, dan juga sering bingung sendiri (sesuai denagn nama Facebook aku Ling Lung). Dan gara-gara itu pula nggak sedikit teman-temanku yang kesal sama perubahan sikapku ini. Kadang, tanpaku ketahui penyebabnya aku kontan aja marah-marah sama temanku. Padahal cuma masalah sepele.
Selain yang kusebut kan di atas, aku juga menjadi kurang semangat dalam setiap pelajaran yang diberikan oleh guru-guru di kelasku. Setiap belajar, aku bawaannya pengen tidur aja deh. Bahkan dalam pelajaran "MATEMATIKA" yang biasanya membuatku bersemangat untuk mempelajarinya, tak membuatku bangun dari rasa kantukku. dan semuanya terasa hambar lagi oleh ku.
nah.... itulah yang terjadi padaku di akhir oktober itu..!
Bagaimana dengan mu?
